Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
InternasionalBerita

Stok Menipis, Jalur Gaza Terancam Kelaparan

651
×

Stok Menipis, Jalur Gaza Terancam Kelaparan

Sebarkan artikel ini
Anak-anak dan perempuan di Gaza berebut jatah makanan yang dibagikan relawan PBB
Anak-anak dan perempuan di Gaza berebut jatah makanan yang dibagikan relawan PBB

MataKalbar.com – World Food Programme (WFP) dari Pangan Dunia PBB menggulirkan peringatan serius, menyatakan bahwa persediaan beberapa bahan makanan krusial di Jalur Gaza semakin menipis. Stok esensial seperti beras, minyak sayur, dan kacang-kacangan diperkirakan akan habis dalam waktu satu hingga tiga hari mendatang.

Laporan terbaru dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyoroti kesulitan pengecer di Gaza dalam mengisi ulang barang-barang dari pedagang grosir. Hal ini disebabkan oleh kondisi yang memburuk dan kelangkaan bahan bakar, memberikan gambaran penuh tantangan yang dihadapi dalam memastikan ketersediaan bahan pokok.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Pemasokan makanan yang datang dari Mesir terutama terdiri dari makanan siap saji seperti tuna kalengan dan kurma batangan. Distribusinya terutama difokuskan kepada pengungsi dan keluarga di Gaza selatan, sedangkan ke toko roti hanya disuplai tepung,” ungkap pernyataan OCHA yang dikutip dari Middle East Monitor.

OCHA juga mencatat bahwa saat ini tidak ada toko roti yang beroperasi di Kota Gaza dan Gaza utara, karena distribusi makanan hampir sepenuhnya terhenti dalam beberapa hari terakhir akibat eskalasi konflik yang semakin meningkat dari Israel.

“Pertahanan akses terhadap bahan makanan pokok di Gaza menjadi tantangan yang terus meningkat,” tambah laporan OCHA.

Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Med menyuarakan tuduhan serius, menyebut bahwa Israel dalam beberapa jam terakhir meningkatkan apa yang disebutnya sebagai “perang kelaparan” terhadap warga sipil di Jalur Gaza. Sementara itu, Menteri Kesehatan Palestina, Mai Alkaila, menambahkan bahwa Israel masih mengincar tempat-tempat vital di Gaza, termasuk rumah sakit, tempat ibadah, dan pusat penampungan di dalam sekolah.

Sejak dimulainya agresi Israel di Palestina pada 7 Oktober lalu, Gaza telah mengalami tragedi kemanusiaan yang mengguncang, dengan jumlah korban jiwa mencapai 10 ribu orang dalam sebulan terakhir. Setengah dari korban jiwa tersebut adalah anak-anak dan perempuan, mencuatkan seruan internasional untuk mengakhiri konflik yang merusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *