Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
BeritaInternasional

139 Imigran Rohingya Kembali Mendarat di Aceh

456
×

139 Imigran Rohingya Kembali Mendarat di Aceh

Sebarkan artikel ini
139 Imigran Rohingya Kembali Mendarat di Aceh

Matakalbar.com – Para imigran Rohingya seklitar 139 orang Kembali mendarat di Sabang, Aceh. Mereka tiba saat tengah malam di pinggir pantai. Pengungsi Rohingya yang tiba di Sabang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua. Mereka tiba di pesisir pantai Pulau Weh, Sabang pada pukul 02.30 (2/12/2023) Setiba mereka di pantai, mereka langsung dikumpulkan. Kedatangan mereka membuat bertambahnya daftar gelonbang pengungsi yang tiba di Aceh.

Dalam dua pekan terakhir sudah ada enam kapal yang datang dan membawa imigran Rohingnya yang tiba di Aceh. Diketahui gelombang pertama yang datang berjumlah 1.000 imigran yang tiba di Tanah Rencong. Polisi dan nelayan Indonesia langsung mulai berpatroli di beberapa wilayah di Aceh untuk mencegah pendaratan perahu para pengungsi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

PBB menyebut Rohingnya sebagai kelompok etnis minoritas yang paling teraniaya di dunia. Hal ini dikarenakan mereka adalah kelompok etnis yang tidak memiliki kewarganegaraan di negara manampun dan mereka tidak diakui sebagai warga di negara yang sudah mereka tinggali selama berabad-abad lamanya.

Mereka telah tinggal di Myanmar selama berabad-abad yang mayoritasnya beragama Buddha. Myanmar membantai dan mengusir sekitar 800.000 mereka sejak 2017.

Sekitar 1 juta warga Rohingnya tinggal di Bangladesh yang menjadi salah satu kamp pengungsi terbesar di dunia. Dari Bangladeshlah mereka menjelajahi dan berimigran ke berbagai negara. Karena tidak betah di kamp terburuk. Kehidupan mereka di Bangladesh sangatlah sulit karena kekurangan makanan, keamanan, Pendidikan, hingga kesempatan untuk bekerja karena kamp yang terlalu sesak.

Tempat selanjutnya yaitu Aceh sebagai daerah transit sebelum ke Malaysia atau negara yang perekonomiannya lebih baik dibandingkan Indonesia. Malaysia dan Australia dikenal ketat karena perairannya dijaga. Mereka tidak akan bisa lolos dari pantauan petugas. Maka dari itu mereka memilih Aceh karena dikenal ramah. Mereka mendapatkan bantuan dari warga setempat seperti makanan, minuman, pakaian layak pakai, selimut, dan masih banyak bantuan lainnya.

Para Imigran yang datang menggunakan perahu kayu yang berbentuk dan berwarna sama dengan sebelumnya. Kepala Desa Le Meulee sabang, Doffa Fadli menjelaskan bahwa mereka belum bisa menempatkan para imigran. Akan tetapi warga desa memberi bantuan darurat untuk sementara.

Diketahui sebelumnya pada 21 November 2023 para imigran Rohingnya yang berjumlah 200 orang juga mendarat di Sabang, Imigran yang datang sudah termasuk gelombang keenam yang datang. Mereka kini telah dibawa ke lokasi penampungan bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe.

Hingga kini sejak 14 November total para imigran Rohingnya yang tiba di Aceh berjumlah sekitar 2000 orang yang ditampung di tiga lokasi di Provinsi Aceh.

Seorang imigran Bernama Muhammad Idris menjelaskan bahwa semua proses keberangkatan sudah diatur dan Aceh dipilih sebagai Kawasan transit sementara. Idris dan keluarga harus membayar sebesar 20.000 rupee masing-masing agar bisa berlayar Bersama. Idris juga menjelaskan bahwa terdapat 6 rombongn kapal lagi yang masih berlayar di lautan. Yang berarti belum semua imgiran tiba di Aceh. Akan ada lagi imigran yang berdatangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *