Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
KalBarBerita

Prinsip Smart City Pontianak Merambah ke Setiap Jengkal Kehidupan

562
×

Prinsip Smart City Pontianak Merambah ke Setiap Jengkal Kehidupan

Sebarkan artikel ini
Foto Kadiskominfo mempresentasikan hasil evaluasi implementasi smart city Kota Pontianak Tahun 2023
Foto Kadiskominfo mempresentasikan hasil evaluasi implementasi smart city Kota Pontianak Tahun 2023

MataKalbar.com – Kota Pontianak merangkul revolusi teknologi dengan mengadopsi konsep Smart City yang menyeluruh. Dari pemerintahan hingga branding, semua aspek kehidupan masyarakat dijalankan dengan semangat kota cerdas. Pemerintah Kota Pontianak, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), bahkan telah meletakkan fondasi hukumnya dengan menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Smart City.

Zulkarnain, Kepala Diskominfo Kota Pontianak, menjelaskan bahwa implementasi Smart City adalah bagian dari program pemerintah pusat untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahan dan mempercepat pelayanan publik. Mulai dari tahun 2019, melalui Peraturan Wali Kota No 25 Tahun 2019 tentang Masterplan Smart City tahun 2019-2028, Kota Pontianak telah memulai langkah-langkahnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Evaluasi Implementasi Smart City Tahap II oleh Kementerian Kominfo menunjukkan perkembangan yang positif sejak tahun 2019 hingga 2023. Prinsip kota cerdas kami melibatkan segala hal, bukan hanya pengembangan teknologi informasi, tetapi juga inovasi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Enam dimensi menjadi pilar utama Smart City di Kota Pontianak, melibatkan masyarakat dan perangkat daerah dalam berbagai inovasi. Smart Governance diperkuat oleh inovasi Pionirs dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Smart Branding dengan Kawasan Wisata Bansir Laut, Smart Economy dengan Kampung Mandiri Siantan Hulu, Smart Living dengan Public Safety Center (PSC) 119, Smart Environment dengan Hutan Sekolah SMP Negeri 29, dan Smart Society dengan Kampung Literasi Selamat (Kalise).

“Inisiatif ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, bekerja sama dengan perangkat daerah. Kami percaya bahwa pemecahan masalah Kota Pontianak terletak pada bagaimana masyarakat dapat mengembangkan potensinya masing-masing,” tambah Kadiskominfo.

Selain itu, pemerintahan sejak tahun 2019 juga mengadopsi prinsip Smart City dengan penggunaan aplikasi digital, seperti Jepin atau Jendela Integrasi Pontianak. Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) ini memberikan dampak luas bagi pelayanan publik dan keterbukaan informasi.

“Masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi sehari-hari, dari urusan administrasi hingga isu terkini. Semua ini adalah bagian dari visi kami untuk menciptakan Kota Pontianak yang lebih pintar dan berkelanjutan,” tutupnya dengan optimisme.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *