Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
InternasionalBerita

Parlemen Turki Tolak Coca Cola dan Nestle atas Dugaan Dukungan Terhadap Agresi Israel

636
×

Parlemen Turki Tolak Coca Cola dan Nestle atas Dugaan Dukungan Terhadap Agresi Israel

Sebarkan artikel ini
turki boikot coca cola
turki boikot coca cola

MataKalbar.com – Parlemen Turki memulai aksi boikot mengejutkan dengan menolak produk Coca Cola dan Nestle, diduga karena kedua perusahaan tersebut dianggap mendukung agresi Israel di Jalur Gaza Palestina. Dalam pernyataan resmi pada Selasa (7/11), Parlemen Turki menyatakan niatnya untuk mencabut produk-produk yang dianggap mendukung Israel, meskipun tanpa menyebutkan perusahaan-perusahaan tertentu.

Keputusan ini, yang diambil oleh Ketua Parlemen Turki Numan Kurtulmus, mengumumkan bahwa produk yang terkait dengan dukungan terhadap Israel akan dilarang di restoran, kafetaria, dan kedai teh di kompleks parlemen. Meski pernyataan tidak merinci perusahaan-perusahaan terkait, sumber di parlemen mengungkapkan kepada Reuters bahwa saat ini hanya produk Coca Cola dan Nestle yang ditarik dari tempat-tempat tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Boikot ini disinyalir sebagai respons terhadap desakan masyarakat Turki yang semakin kuat. Para anggota parlemen mengambil langkah berani ini setelah seruan boikot barang-barang Israel dan perusahaan Barat yang diduga mendukung rezim Zionis semakin marak, terutama dari kelompok masyarakat sipil dan aktivis.

Dalam pengumuman terpisah, Menteri Perdagangan Turki, Omer Bolat, mengungkapkan bahwa volume perdagangan dengan Israel telah mengalami penurunan signifikan sejak gempuran Tel Aviv ke Gaza pada awal Oktober. “Sejak 7 Oktober lalu, kami mencatat penurunan lebih dari 50 persen dalam perdagangan mutual antara Turki dan Israel dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ucap Bolat dalam konferensi pers saat kunjungan resminya di Kuwait pada Selasa.

Boikot terhadap produk Israel dan negara-negara sekutunya juga menjadi sorotan di berbagai belahan dunia, khususnya di negara Arab dan mayoritas Muslim, termasuk Indonesia. Aksi ini mencerminkan keteguhan solidaritas global dalam menanggapi isu sensitif terkait Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *