Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Kesehatan

Mantan Direktur WHO Berbicara Tentang Cacar Monyet yang Juga Intai Anak-Anak

694
×

Mantan Direktur WHO Berbicara Tentang Cacar Monyet yang Juga Intai Anak-Anak

Sebarkan artikel ini
Mantan Direktur WHO Berbicara Tentang Cacar Monyet yang mana Juga Intai Anak-Anak  Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan rakyat tentang risiko cacar monyet yang mana juga dapat menginfeksi anak-anak. Ia mengimbau agar penduduk selalu waspada lalu mengikuti protokol kesehatan yang mana ditetapkan oleh WHO.  Dr. Tedros mengatakan, cacar monyet dapat menyebabkan komplikasi yang tersebut serius, termasuk menyebabkan kebutaan. Oleh oleh sebab itu itu, ia menganjurkan agar penduduk meningkatkan kesadaran akan cacar monyet lalu melakukan vaksinasi yang dimaksud tepat.  Ia juga menambahkan bahwa vaksinasi adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah cacar monyet, lalu menyarankan agar orang tua meyakinkan anak-anak dia mendapatkan vaksinasi yang tepat.

MataKalbar.com – Kasus cacar monyet yang dikhawatirkan dapat menyerang anak-anak, ternyata belum ditemukan kasus infeksi pada anak. Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan masyarakat tentang risiko cacar monyet yang juga bisa menginfeksi anak-anak. Ia mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh WHO.

Dr. Tedros mengatakan, cacar monyet dapat menyebabkan komplikasi yang serius, termasuk menyebabkan kebutaan. Oleh karena itu, ia menganjurkan agar masyarakat meningkatkan kesadaran akan cacar monyet dan melakukan vaksinasi yang tepat. Ia juga menambahkan bahwa vaksinasi adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah cacar monyet, dan menyarankan agar orang tua memastikan anak-anak mereka mendapatkan vaksinasi yang tepat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Menurut Prof. Tjandra, sampai saat ini belum ada informasi kasus cacar monyet pada anak-anak di Indonesia. Data dunia pun menunjukkan bahwa hanya 1,3 persen kasus mpox yang usianya di bawah 18 tahun. Dari 335 data yang ada, hanya 1 anak yang meninggal dunia dan 14 persen masuk rawat di Rumah Sakit.

Sampai dengan 30 Oktober 2023, Kementeria Kesehatan RI mencatat ada 24 kasus cacar monyet di Indonesia. Sementara itu, secara global datanya sudah ada 91.123 kasus mpox. Sebagian besar, atau 81,9 persen persen, ada di 10 negara dengan kasus terbesar, tertinggi di Amerika Serikat (30.636 ribu kasus) dan di urutan ke 10 adalah Tiongkok (satu-satunya negara Asia dengan 10 kasus terbanyak dunia) dengan 1.799 kasus.

Kasus cacar monyet di Indonesia lebih banyak diidap oleh laki-laki, sama halnya dengan data kasus di dunia. Rata-rata umur kasus dunia adalah 34 tahun, lebih dari 80% penularan terjadi melalui hubungan sex, serta 52,7% kasus adalah mereka dengan HIV (+).

Hingga saat ini, angka kematian akibat virus cacar monyet masih jauh di bawah 1 persen. Prof. Tjandra pun menyarankan agar diinformasikan tentang galur/clade apa yang ditemui pada kasus-kasus negara kita sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *