Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
BeritaKalBar

Lonjakan Epidemik DBD di Kalbar, Pj Gubernur Harisson Ingatkan 3M Plus

624
×

Lonjakan Epidemik DBD di Kalbar, Pj Gubernur Harisson Ingatkan 3M Plus

Sebarkan artikel ini
DBD di Kalbar Pj Gubernur Harisson Ingatkan 3M Plus
DBD di Kalbar Pj Gubernur Harisson Ingatkan 3M Plus

Kejadian mengejutkan terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), di mana kasus demam berdarah dengue (DBD) melonjak drastis di sejumlah kabupaten dan kota. Bahkan, enam wilayah di provinsi tersebut melaporkan angka kematian atau case fatality rate (CFR) akibat DBD yang melebihi satu persen.

Kabupaten Sanggau menjadi sorotan dengan angka kematian mencapai 4,29 persen, disusul oleh Kabupaten Sintang dan Sekadau dengan 2,26 persen, Kabupaten Landak 2,20 persen, Kota Singkawang 2,35 persen, dan Kabupaten Kayong Utara 1,87 persen. Keadaan ini menjadi perhatian serius Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kalbar, Harisson, yang menegaskan bahwa angka kematian akibat DBD seharusnya tidak melebihi satu persen.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dalam tanggapannya, Pj Gubernur Harisson meminta para bupati dan wali kota untuk secara serius menangani lonjakan kasus DBD, terutama di wilayah yang melampaui batas satu persen. “Para pemimpin daerah harus mengevaluasi efektivitas pelayanan kesehatan pasien DBD di rumah sakit dan kinerja Dinas Kesehatan masing-masing,” ujarnya dengan tegas.

Harisson juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan perlunya pemberantasan sarang nyamuk dengan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, menanam tanaman pengusir nyamuk, menggunakan obat anti-nyamuk, dan tindakan lainnya.

“Pemerintah kabupaten kota bersama forkopimda harus mengajak masyarakat untuk bergotong royong dalam memasifkan gerakan 3M Plus,” tambah Harisson. Gerakan ini tidak hanya mencakup pembersihan lingkungan tetapi juga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gejala dan tanda-tanda awal DBD.

Pj Gubernur Kalbar menekankan bahwa fogging harus dilakukan secara efektif dan berkala, namun juga mengingatkan bahwa fogging tidak akan berhasil tanpa pemberantasan sarang nyamuk. Fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit, diinstruksikan untuk memastikan kesiapan tenaga kesehatan dan persediaan obat-obatan untuk penanganan darurat DBD.

“Dengan gotong royong melalui gerakan 3M Plus, kita dapat meminimalisir potensi sarang nyamuk dan memberikan perlindungan maksimal terhadap peningkatan kasus DBD,” pungkas Harisson. Data terkini dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar mencatat Kabupaten Kubu Raya sebagai wilayah dengan kasus DBD tertinggi hingga pekan ke-43 tahun 2023, dengan Kabupaten Ketapang dan Mempawah sebagai daerah berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *