Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Otomotif

Kasus Peminjaman KTP untuk Pengajuan Kredit, Debitur FIFGROUP Divonis 1 Tahun Penjara.

453
×

Kasus Peminjaman KTP untuk Pengajuan Kredit, Debitur FIFGROUP Divonis 1 Tahun Penjara.

Sebarkan artikel ini
FIFGROUP Debitur Divonis 1 Tahun Penjara karena Peminjaman KTP untuk Pengajuan Kredit

MataKalbar.com – Pengadilan Negeri Tasikmalaya menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dan denda sebesar Rp10 juta kepada seorang debitur PT Federal International Finance (FIFGROUP) Cabang Tasikmalaya. Akibat perbuatannya, debitur berinisial IM harus mendekam di balik jeruji besi selama 1 tahun lamanya sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Tasikmalaya Nomor 303/Pid.Sus/2023/PN.Tsm.

Kepala FIFGROUP Cabang Tasikmalaya, Asep Mulyana, mengatakan bahwa proses penagihan akan dilakukan kepada konsumen yang secara identitas diri terdaftar pada kontrak kredit. Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap segala iming-iming dan menyerahkan identitas dirinya secara cuma-cuma kepada oknum tidak bertanggung jawab.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

IM merupakan debitur FIFGROUP Cabang Tasikmalaya yang telah melakukan pengajuan kontrak kredit sepeda motor Honda tipe Beat Sporty dengan pembayaran angsuran sebesar Rp 742 ribu dan tenor selama 35 bulan. Namun, IM tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan kontrak kreditnya. FIFGROUP Cabang Tasikmalaya pun mengambil tindakan dengan melakukan penagihan secara persuasif.

Atas dugaan melanggar Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, IM mengakui bahwa identitas diri miliknya hanya dipinjamkan dengan iming-iming diberikan imbalan sebesar Rp1 juta. Hal tersebut secara sah dan meyakinkan bersalah telah melanggar pasal tersebut.

Ilustrasi Kantor Cabang FIF. (Foto: FIF)
Ilustrasi Kantor Cabang FIF. (Foto: FIF)

Meskipun IM berdalih bahwa dia hanya meminjamkan identitas diri, secara hukum tetap proses penagihan dilakukan kepada debitur yang identitas dirinya terdaftar. Akibatnya, Pengadilan Negeri Tasikmalaya pun menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dan denda sebesar Rp10 juta kepada IM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *