Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
BeritaKalBar

Cucu Berusia 14 Tahun Hamil 6 Bulan Akibat Tindak Pencabulan Kakeknya di Sekadau

477
×

Cucu Berusia 14 Tahun Hamil 6 Bulan Akibat Tindak Pencabulan Kakeknya di Sekadau

Sebarkan artikel ini
ilustrasi pencabulan anak
ilustrasi pencabulan anak

MataKalbar.com – Kejadian tragis mengguncang Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, ketika seorang kakek berinisial AY tega melakukan tindak pencabulan terhadap cucunya yang masih berusia 14 tahun. Bahkan, kabar mengerikan ini menjadi lebih memilukan karena sang cucu kini tengah hamil 6 bulan.

Kisah kelam ini diungkapkan oleh Kapolres Sekadau, AKBP Suyono, melalui Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Rahmad Kartono. Pencabulan yang terjadi pada bulan Juni 2023 itu baru terbongkar pada Kamis, 16 November 2023, ketika sang ibu menerima informasi bahwa anaknya sedang mengandung. Meski awalnya tak percaya, sang ibu kemudian memutuskan untuk menyelidiki.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Ibunya melakukan kunjungan ke rumah dan setelah anaknya pulang dari sekolah, ibunya bertanya. Sang korban akhirnya mengakui bahwa dirinya tengah hamil sekitar 6 bulan, tetapi sayangnya, korban tidak bersedia memberi tahu siapa pelakunya,” ungkap Rahmad dengan wajah serius, Rabu, 22 November 2023.

Peristiwa berlanjut pada Senin pagi, 20 November 2023, ketika sang ibu memutuskan untuk melibatkan kepala sekolah dalam penyelidikan. Dengan penuh kepedulian, kepala sekolah mendatangi rumah korban untuk mengetahui lebih lanjut dan akhirnya berhasil mengungkap siapa pelaku keji tersebut.

“Kepala sekolah berusaha membujuk korban, dan akhirnya korban bersedia memberikan informasi bahwa pelakunya adalah AY, sang kakek,” ungkap Rahmad.

Dalam menghadapi kejadian yang mengguncang ini, ibu korban tidak tinggal diam. Dengan langkah tegas, dia melaporkan peristiwa ini ke Mapolres Sekadau, di mana kasus ini kini sedang diproses secara serius oleh pihak kepolisian. Perjalanan keadilan pun dimulai untuk membawa pelaku ke depan hukum atas tindakannya yang sangat keji.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *