Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Berita

Denny Indrayana Menyerukan Agar Putusan Mahkamah Konstitusi Bersifat Tetap dan Mengikat, Namun Mengharapkan Terdapat Pengecualian.

633
×

Denny Indrayana Menyerukan Agar Putusan Mahkamah Konstitusi Bersifat Tetap dan Mengikat, Namun Mengharapkan Terdapat Pengecualian.

Sebarkan artikel ini
Putusan Mahkamah Konstitusi Ditetapkan dan Mengikat Menurut Denny Indrayana, Namun Ia Mengharapkan Terdapat Pengecualian.

MataKalbar.com – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan final dan mengikat. Namun, Denny Indrayana, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), menginginkan adanya pengecualian terhadap putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia minimal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

“Untuk final and binding itu tetap harus ada pengecualian. Setiap prinsip hukum itu selalu ada pengecualian,” kata Denny Indrayana. Dia meminta agar Majelis Kehormatam Mahkamah Konstitusi (MKMK) tidak hanya menjatuhkan sanksi etik kepada Ketua MK Anwar Usman, tetapi juga memberikan sanksi terhadap putusan 90/PUU-XXI/2023.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Untuk itu, Denny Indrayana mengajukan uji formil atas putusan MK tersebut bersama pakar hukum tata negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar. Putusan dimohonkan uji formil yakni Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023. “Saya mengambil langkah untuk mengajukan uji formil terhadap putusan (nomor) 90,” ujar Denny.

Putusan MK memperbolehkan orang yang berusia di bawah 40 tahun menjadi capres atau cawapres jika pernah atau sedang menjabat sebagai kepala daerah melalui pilkada. Salah satu pertimbangan hakim Konstitusi menerima permohonan tersebut ialah karena banyak anak muda yang juga ditunjuk sebagai pemimpin.

Putusan tersebut mendapatkan banyak reaksi masyarakat lantaran dianggap membuka jalan bagi keponakan Anwar, yaitu Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi cawapres. Sebelumnya, mahasiswa asal Surakarta, Almas Tsaibbirru Re A selaku pemohon dalam perkara itu memiliki pandangan tokoh ideal sebagai pemimpin bangsa Indonesia yakni mengidolakan Gibran Rakabuming Raka.

Denny berharap uji formil itu bisa membatalkan putusan MK terkait batas syarat capres-cawapres. “Kami minta lewat uji formil itu, putusan (nomor) 90 itu dibatalkan,” kata Denny. Dengan demikian, Denny Indrayana berharap adanya pengecualian terhadap putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden.

Sumber : suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *