Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Teknologi

Ada Ancaman “Terminator” Bernama AI Super Q* Dibalik Pemecatan CEO Open AI

480
×

Ada Ancaman “Terminator” Bernama AI Super Q* Dibalik Pemecatan CEO Open AI

Sebarkan artikel ini
Ada Ancaman “Terminator” Bernama AI Super Q* Dibalik Pemecatan CEO Open AI

MataKalbar.com – Belakang ini kita mendapatkan kabar dari perusahaan pengembang ChatGPT, Open AI, bahwa Sam Altman dipecat oleh direksi dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer. Pemecatan ini terjadi dikarenakan Altman dalam menjalankan jabatannya tidak konsisten dan tidak jujur dalam komunikasi. Hal ini menghambat kemampuan dewan dalam melaksanakan tanggung jawab mereka.

Sebelum Altman dipecat, dewan direksi OpenAI menerima surat yang dikirim oleh sejumlah karyawan yang isinya melaporkan bahwa terdapat peringatan tentang bahaya dan komersialisasi AGI. Hal ini membuat dewan direksi kecewa dengan Altman karena kurang transparan mengenai pengembangan AGI yang ternyata sudah berkembang cukup jauh.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dalam konferensi tingkat tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di AS, Pekan lalu. Altman mengutarakan bahwa telah yakin kalua OpenAI berhasil mengembangkan AGI. Altman sendiri dikenal sangat mengupayakan pengembangan AGI dengan menggunakan komputasi dari investor terbesar, yaitu Microsoft.

Reuters mengatakan, bahwa dewan komisaris melakukan pemecatan Altman dikarenakan dua faktor utama, yaitu : Peringatan dari pegawai dan kemajuan algoritma AI.

Setelah melakukan pemecatan, perusahaan menunjuk CTO OpenAI Mira Murati sebagai CEO interim. Akan tetapi, belum ada sehari posisi itu langsung dipindahkan ke co-founder Twitch Emmet Shear yang sudah lepas dari jabatannya sejak tahun lalu.

Mira Murati yang sebelumnya menjabat sebagai CEO mengungkapkan bahwa salah satu pemecatan Altman adalah teknologi terbaru OpenAI yang Bernama Q* atau Q-Star.

Q* adalah artificial intelligence yang memiliki tingkat kecerdasan melebihi manusia. Beberapa anggota tim percaya kalua Q* telah mencapai taraf computer supercerdas yang bisa dikenal juga sebagai artificial general intelligence (AGI).

Berbeda dengan Artificial Intelligence. AGI benar-benar mengerti bagaimana kerangka berpikir untuk memecahkan masalah atau dengan kata lain dapat berpikir layaknya otak manusia. Q* digadang-gadang dapat menggantikan manusia dalam mengerjakan tugas.

Para peneliti menganggap bahwa matematika sebagai garda terdepan dalam pengembangan AI. Jikalau AI sudah mampu mengerjakan matematika, maka AI memiliki kemampuan penalaran yang baik.

Peneliti yang melakukan pengujian pada Q-Start menunjukkan bahwa Q* dapat mengerjakan soal matematika pada tingkat SD, keberhasilan ini membuat mereka sangat optimis dalam mengembangkan Q*.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *