Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Otomotif

Para Pengemudi Diminta Aplikasikan Langsung Langkah Kedua dari Lima Langkah Penting Membawa Mobil Hadapi Hujan Durasi Panjang

681
×

Para Pengemudi Diminta Aplikasikan Langsung Langkah Kedua dari Lima Langkah Penting Membawa Mobil Hadapi Hujan Durasi Panjang

Sebarkan artikel ini
Pengemudi Diberikan Petunjuk untuk Menerapkan Langsung Langkah Kedua dari Lima Langkah Penting untuk Mengemudi di Hujan Durasi Panjang

MataKalbar.com – Musim kemarau panjang tengah dialami Indonesia. Akan tetapi, bentukan awan telah terjadi dan hujan turun di beberapa tempat. Untuk berjaga-jaga bila terjadi hujan durasi panjang, berikut adalah wacana yang dikutip dari gomechanic.in. Durasi hujan yang panjang berpotensi membuat genangan bahkan banjir. Di sisi lain, pengguna mobil bisa saja menghadapi situasi basah karena tidak memiliki alternatif lain.

Kondisi hujan dan genangan air yang tidak bisa dihindari, berikut adalah lima langkah membawa mobil saat menghadapi hujan. Pertama, hindari melewati apalagi menerjang genangan air. Alasannya, tidak ada informasi jelas seberapa dalam genangan air dan kondisinya masih terus mengalir. Mobil bisa terhenti di tengah jalan dan mungkin tidak ada jalan keluar. Bahkan bila genangan dalam, air bisa merembes ke dalam kabin. Segera cari rute alternatif.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kedua, pertahankan persneling di gigi satu dan pertahankan putaran tinggi. Manfaat menjaganya tetap di gigi satu dan putaran tinggi ada dua. Pertama, memungkinkan menjaga kestabilan mobil dalam kecepatan rendah dan memiliki cengkeraman yang kuat di lintasan jalan. Kedua, putaran lebih tinggi membantu mencegah masuknya air di knalpot.

Ketiga, lihat cara mobil keluar dari jebakan air terlebih dahulu. Bila memungkinkan, cobalah keluar dari mobil dan kaji kondisi jalan sebelum memutuskan melintasi genangan air. Carilah bagian jalan tertinggi dan bawa mobil ke sana. Cara ini mengurangi kemungkinan mobil terjebak di tengah air. Jika mobil berhenti di tengah air dan air perlahan-lahan naik, yang terbaik adalah meninggalkan mobil dan keluar.

Keempat, starter kembali mobil bila mogok di tengah air secepat mungkin atau jangan lakukan sama sekali. Alasan harus melakukannya secara cepat karena mesin belum kemasukan air. Jika terlambat dan air berada di atas ketinggian pipa knalpot, maka malah berpotensi mengundang water hammer atau hydrolock. Yaitu kondisi air masuk ke dalam blok silinder, merusak busi, katup, dan tidak bisa terjadi menghasilkan proses pembakaran di ruang bakar.

Kelima, cegah mobil terkena banjir saat diparkir. Tidak hanya saat digeber dihindarkan dari banjir, saat mobil diam atau kondisi parkir pun jangan disepelekan. Cari tempat parkir tinggi dengan akses dari dan ke tempat parkir mudah dijangkau. Khusus untuk sedan atau hatchback karena posturnya relatif lebih rendah, perhatikan lokasi parkir lebih detail dibandingkan mobil-mobil jangkung seperti kategori MPV dan SUV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *